Penyusunan kerangka teori

  1. Kerangka teori disusun secara rasional (menggunakan pendekatan rasio) dengan menjabarkan variabel yang ada dalam formulasi masalah
  2. Kumpulkan teori dengan mengutipnya dari sumber-sumber ilmiah dengan memakai kartu (untuk kutipan pendek) dan loose leaf (untuk kutipan panjang)
  3. Pada setiap kartu atau loose leaf dicantumkan isi kutipan dan sumber kutipan. Jumlah sumber kutipan sama banyak dengan jumlah ide yang tercantum dalam isi kutipan
  4. Teknik mengutip terdiri dari 3 cara, yakni : (a) Teknik long citation : isi kutipan sama dengan isi tulisan dalam sumber ilmiah, (b) Teknik paraphrasing : isi kutipan ditulis dalam bentuk ringkasan atau kesimpulan dan (c) Teknik short citation : isi kutipan terdiri inti kutipan dan penjelasannya
  5. Cara menuliskan sumber kutipan : (a) Unsur yang ditulis : nama lengkap penulis, judul tulisan, kota penerbitan, nama penerbit, tahun terbit, halaman isi yang dikutip, (b) Nama ditulis lengkap, tidak disertai gelar/sebutan dan tidak disusun balik. Penyusunan nama yang disusun balik hanya untuk daftar pustaka, bukan pada penulisan sumber kutipan dan footnote, (c) Penulisan halaman : halaman, hal., hlm.,  h. page, p. atau jika jamak halaman-halaman, hal-hal, hlm.-hlm., hh., pages, pp. Berguna untuk penulisan footnote dan notasi ilmiah walaupun tidak dicantumkan pada daftar pustaka
  6. Setelah semua kutipan yang diperlukan sudah mencukupi, berilah nomor pada setiap isi kutipan dan sumbernya sesuai nomor kerangka, kelompokkan sesuai nomor kerangka dan susun dengan teknik footnote  ataureference
  7. Cara menulis kutipan ke dalam tulisan dengan teknik reference : (a) Ketik isi kutipan pada halaman tengah kertas dengan leading 2 spasi dan akhiri dengan mencantumkan sumber kutipan, (b) Tulislah sumber kutipan dengan cara menuliskan berturut-turut   : kurung pembuka, nama akhir penulis, koma, tahun terbit, titik dua, nomor halaman, kurung penutup
  8. Cara menuliskan kutipan ke dalam penulisan foot note :  (a) Ketik isi kutipan pada halaman tengah penulisan dengan leading 2 spasi untuk kutipan pendek dan 1 spasi untuk kutipan panjang, diawali dan diakhiri dengan tanda petik dua (“__”) dan nomor footnote, (b) Sumber kutipan dicantumkan di halaman bawah setelah diberi garis sepanjang 14 ketukan sebagai batas antara isi dengan sumber kutipan. (c) Cara menulis sumber berturut-turut : nama lengkap penulis, koma, judul tulisan digarisbawahi, koma, kurung pembuka, kota penerbitan, titik dua, kota penerbitan, koma, tahun penerbitan, kurung penutup, koma,  h. …..
  9. Setelah semua kutipan disusun dalam penulisan, teliti susunan kerangka teori, sehingga setiap teori, prinsip atau hukum yang sama berada dalam satu kelompok (compare) disusul dengan teori, prinsip atau hukum yang berbeda (contrast)
  10. Teori, prinsip dan hukum yang sama merupakan acuan untuk membuat kesimpulan tentang hakekat variabel dan pengukurannya dalam bentuk definisi konseptual
  11. Definisi konseptual dijadikan acuan dalam menyusun kerangka berpikir. Berpikir merupakan ekspresi cara bekerjanya pikiran yang dikembangkan dari kerangka teori dengan mendeskripsikan variabel dan hubungan variabel secara rasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>